Jam dinding menunjukkan pukul 22.47 WIB. Kamu sedang bersiap memejamkan mata setelah lelah scrolling video resep martabak telur. Tiba-tiba layar HP berkedip terang dengan satu notifikasi dari sosok yang diam-diam kamu kagumi selama 8 bulan: "Lg apa nih?".
Seketika detak jantungmu melonjak sebesar 54% di atas ambang batas normal. Otakmu langsung bekerja keras menyusun draf balasan seolah sedang merancang naskah deklarasi kemerdekaan. Padahal, mari kita bedah realita di balik pesan tersebut secara ilmiah dan penuh kehati-hatian.
Hipotesis 1: Kuota Malam yang Mubazir
Paket datanya baru saja beralih ke kuota khusus malam (00.00 - 06.00). Daripada kuota 15 GB itu terbuang sia-sia untuk menonton ulasan obeng serbaguna, dia memutuskan mengirim chat ke 10 kontak teratas di daftar obrolannya. Kamu kebetulan berada di urutan ke-7 karena abjad namamu berawalan huruf 'B'.
Hipotesis 2: Sedang Mengantre Tambal Ban di Pinggir Jalan
Ban motornya tertusuk paku payung di dekat jembatan layang. Karena tukang tambal ban membutuhkan waktu 20 menit untuk mencelupkan ban dalam ke baskom air hitam, dia butuh teman mengobrol agar tidak mati gaya di bawah lampu merkuri jalanan. Begitu ban selesai dipompa dan dibayar 15 ribu rupiah, chat kamu akan dibalas 3 hari kemudian dengan: "Eh sori ketiduran hehe".
Hipotesis 3: Status "Typing..." Selama 12 Menit
Setelah kamu membalas dengan santai: "Lagi rebahan aja nih, kamu sendiri?", kamu menatap layar dan melihat status "sedang mengetik..." berjalan sangat lama. Kamu mengira dia sedang menulis puisi pengakuan cinta. Padahal dia cuma sedang mengetik lalu menghapusnya lagi karena salah kirim stiker meme monyet makan pisang.
Pesan moralnya: jangan buru-buru memikirkan konsep souvenir pernikahan hanya gara-gara seseorang menanyakan sedang apa di malam hari. Tetap tenang, kendalikan ekspektasimu di angka 54%.
"Jatuh cinta itu manusiawi, tapi overthinking gara-gara chat tiga kata itu namanya menyiksa diri sendiri secara sukarela."
Komentar
Posting Komentar